Kapan Motor Listrik Harley Davidson Livewire Hadir Di Indonesia?

futbolactual.com � Kapan Motor Listrik Harley Davidson LiveWire hadir di Indonesia?. Negeri Jiran Malaysian sudah di perkenalkan Moge Legendaris� Asal Amerika Serikat yaitu Harley Davidson. Para konsumen pun sudah di perbolehkan mencicipi sensasi nyamannya menunggangi motor asal negeri paman Sam itu. Walaupun di kabarkan bahwa kedangan New HD LiveWire di negeri Jiran tersebut bakal segera berjalan di daratan Asia bahkan bias juga mampir ke Indonesia. Akan tetapai berdasarkan President Directur PT. Mabua Motor Indonesia yaitu Djonie Rahmat menegaskan bahwa pihaknya mempunyai kesempatan untuk bias mengundang kedatangan Harley Davidson itu ke Indonesia sepertinya hal tersebut akan di banderol dengan harga yang selangit.

Alas an kenapa bias di bandrol harga selangit? Ini di karenakan Harley Davidson sudah menggunakan teknologi teranyar dan jauh berbeda dengan kendaraan beroda empat gede lainnya. Menurut President Directur PT. Mabua Motor Indonesia menambahkan bahwa untu memasukkan motor gede tersebut ke Pasar Otomotif Indonesia masih ragu apakah dapat terjual atau bahkan tidak diminati sama sekali. Hal tersebut di karenakan motor gede ini di golongkan motor glamor yang mempunyai spesifikasi tinggi dan pastinya dengan harga yang selangit.

PT. Mabua Motor Indonesia sebagai agen resmi motor gede itu di tanah air sudah dilarang semenjak bulan juli 2014 lalu. Ini ialah ganjal an kenapa pihak berdasarkan ��PT. Mabua Motor Indonesia lebih menentukan untuk mendatangkan secara utuh ialah semoga lebih gampang memperlihatkan pelayanan terhadap konsumen termasuk proses pengiriman inden lebih cepat dibandingkan harus di Indonesia sendiri. berdasarkan President Directur PT. Mabua Motor Indonesia membeli utuh dengan merakit sendiri harganya tidak terpaut jauh, makanya Mabua menentukan pengiriman inden daripada merakit sendiri. Hambatan penjualan motor gede ini belum dapat terjual cukup banyak di pasaran tanah air �adalah pada factor pajak yang tinggi dan melemahnya tingkat perekonomian dalam negeri.

Tags: